Idea-idealy

Surat Untuk Seseorang

Share:




Dear hiu bermahkota,

Apa kabarmu disana? Semoga baik- baik saja. Kota ini terasa senyap, saat kau tinggalkan kata-kata perih di balik senja. Perlahan lampu-lampu kota dinyalakan, dan aku masih berdiri diantaranya. Bandung tidak lagi sehangat dulu, saat kau mengajakku bercerita tentang ikan duyung berselendang dan hiu bermahkota. Saat itu aku begitu bahagia, kau seperti hendak mencipta dunia diatas dunia.

Aku masih berdiri saja  disini dan kuharap kamu pun masih berdiri disana, dalam jarak yang tak bisa aku hitung. Kita akan berdiri bersama- sama menatap senja dengan hati kita yang sendiri-sendiri. Kita pun akan setia melawan riak pada buih yang berputar- putar di permainkan ombak.
Apakah kau masih sama dengan ku? Berdiri mematung menatap pendar matahari tua dikepalamu.?Kaupun sempat melambaikan tangan perlahan  saat senja berpamitan. Saat itu mungkin saja, kau sedang berkaca untuk melukis wajahmu sendiri. Dan kau tak temukan lagi wajahku  disana, karena matamu tak akan sanggup menembus gejolak di bathinmu yang lain.

 Kaupun memicingkan matamu untuk kesekian kali, berharap perih tak lagi menyambangi. Kaupun menepis detak yang terus yang berahasia pada alam. Lalu kau tutup kedua mata indahmu, tak kala  langit menyuruhmu berkaca. Wajahmu setengah lelah  saat  doa tak kuasakan air mata. Kau merasa sendirian saat itu, meskipun kau tak pernah sendirian.

Ilusimu semakin menepi, berbaur hanyut dalam khayalan. Imajimu melayang seperti bertukar sukma mengejar pelangi. Satu persatu kau sibakan warnanya, mencoba menembus ruang dan waktu.Tetap saja kau merasa rapuh dan tak bisa mengehentikan hari. Kau menaruh hati pada mata jelaga senja saat kau lepaskan ikatan peluk pada langit cakrawala.

Kau masih berdiri disana dengan hatimu yang timbul tenggelam. Seperti ombak yang terapung-apung  dan nampak timbul dan tenggelam. Kau terus berlari dengan keyakinananmu. Kau telah mencipta jejak pada hikayat semesta, tentang rahasia yang kau coba lupakan. Tentang luapan hati yang tak mampu melawan logika. Dan harapan-harapan kosong yang sirna dari segala pertanda.

Jika kau masih dititipkan Tuhan rasa, maka bisikan saja bait rasa itu, pada siluet senja di kaki langit. Biarkan mengalir saja dan tak perlu kau beri judul satu persatu. Ataupun mencoba mendefinisikannya. Kelak akan tiba waktunya, aku datang menemuimu bersama angin, dan merangkai kata-katamu menjadi sebuah kalimat “Aku masih tetap menunggumu disini” Bandung, 07 Desember 2018.

# Day9 (tema pengganti)
#BPN30DayChallange2018
#bloggerperempuan
#ceritafiksi
#suratuntukseseorang
#pertemuansenja






           


3 komentar

Anonim mengatakan...

sangat romantis

Bening mengatakan...

that's right hehe

Moh mengatakan...

Hi

HEMPASKAN SEGERA KETOMBEMU

IDEAIDEALY.COM - Hi Dears kali ini aku akan share info health untuk menghilangkan ketombe dirambutmu. Cobain tips ini ya Dears b...