Idea-idealy

Mengenal 5 Fakta Tentang Diri Sendiri

Share:



ide

Bicara soal diri sendiri itu bagian yang paling seru sebenarnya dan serasa dunia milik sendiri. Jujur saja waktu menulis tema ini agak senyum- senyum dan malu gimana gitu, soalnya serunya  sih orang lain yang menilai kayanya hehe
Bicara soal diri sendiri ini ada kaitanya dengan karakter kita, memahami karakter orang pastilah sangat penting untuk terjalinnya hubungan sosial yang dinamis. Dengan mengenal karakter orang setidaknya kita bisa preparation dulu menghadapi lawan bicara biar kena di hati apa yang sebenarnya dia inginkan. Karakter atau watak secara umum adalah sifat bathin yang mempengaruhi segenap pikiran, prilaku dan tabiat yang dimiliki manusia atau mahluk lainnya. Kalo menurut ahli psikologi WB Sundares karakter itu adalah sifat nyata dan berbeda yang ditunjukan oleh individu. Karakter itu dapat ditunjukan dari berbagai macam atribut yang ada dalam pola tingkah laku individu.


Mengenal diri sendiri adalah bagian dari mengenal karakter pribadi, begitupun saya terkadang pusing juga menyimpulkan sebenarnya saya ini kaya apa ya orangnya? Terlalu complicated menggambarkannya dan berubah-rubah kadang, tetapi ada beberapa yang melekat erat dan menjadi bagian yang khas dan tak terpisahkan dari diri saya, ini dia dears..

#  Suka Nulis : Expression dan Imagination
    Kalo bicara fakta suka nulis itu sudah dari SD, awalnya menulis catatan harian. Isinya lumayan konyol kalo dibaca sekarang, karena cerita anak SD itu seputar main dan rebutan mainan, yang super gak nyambung. Kemudian SMP dan SMA mulai membuat cerpen dan waktu kuliah mulai suka  cerbung dan novel. Buku pertama saya  Novel Rotasi (2008), Kumpulan Puisi Dibawah Kaki (2009), Kumpulan Cerpen Detak (2014) dan  Novel A Cup of Tea Lady (2018). Manfaat dari menulis itu lumayan banyak yang  saya rasa, selain bisa menghilangkan stress juga bisa berekspresi dan berimajinasi  dengan  terarah. Minimal energinya bisa tertampung secara positif di catatan, daripada dilampiaskan kepada oranglain yang gak bersalah hehe.

# Suka Seni : Creativity and  Tolerance
   Sejak kecil dulu suka diikutkan lomba-lomba seperti putri kartini, baca puisi, drama atau tari-tarian. Setiap ada event kadang ikut juga mengisi acara. Ketika kuliah gabung dengan beberapa grup teater dan komunitas. Beberapa naskah yang pernah dimainkan seperti Sang Ayah (2001), Norma (2002), Homo Homini Lupus (2003), Tempat Terakhir (2004) The Police (2007) dll. Manfaat yang saya dapat dari apresiasi seni adalah mengetahui seni dan budaya, terbukanya pikiran, berkembangnya kreativitas, tumbuh  toleransi, berkembangnya ide-ide baru dan mempererat jaringan atau persahabatan.

# Suka Baca : Relaxation and Knowledge
   Membaca sudah menjadi hobby yang tidak bisa dilepaskan. Biasanya saya suka semua bacaan, terutama  buku-buku yang bergenre filsafat, sastra, psikologi, sosial, religi, manajemen dan humaniora. Biasanya saya suka menghabiskan waktu membaca dirumah, kalo libur kerja atau jalan-jalan ke café, yang tidak begitu rame mengabiskan waktu sambil baca. Terkadang baca buku di taman terbuka atau di dalam kendaraan. Rasanya setelah membaca  terasa rilek karena otak terhenti dari rutinitas juga wawasan bertambah.

# Perhatian : Kindly  dan Empathy
Nah sebenarnya sudah banyak yang bilang kalo gini- gini juga saya orangnya care and kindly. Jadi terkadang saya menyerahan kebahagiaan sendiri buat orang lain (bukan memuji ini mah). Ada kebahagian jika bisa membuat orang lain tersenyum, atau minimal bersama-sama mencari solusi. Biasanya jika orang tersebut datang, saya akan membantu sebisanya walaupun saat itu saya cukup cape.Tapi kalo saya tidak membantunya, rasanya kepikiran terus dan perasaan seperti hampa dan  nelangsa gimana gitu. Keywordnya jiwa penyayang itu membuat hidup tenang.


# Sensitifitas : Baperan vs Cemburuan
Ini dia yang lagi ngehits akhir-akhir ini. Seorang teman pernah bilang kepada saya : ih kamu baperan ya? Waktu itu saya cuma bisa bengong. Ia gitu? Perasaan aku biasa aja tuh. Tapi penasaran juga kenapa dia bilang begitu. Sebenarnya apa sih baperan itu? Ternyata setelah baca-baca buku baperan itu disebabkan karena seseorang terlalu sensitif dan reaktif terhadap sesuatu disekitarnya. Kepekaannya terlalu tinggi dan ekspektasi terhadap harapannya cukup tinggi, sehingga menyebaban adanya reaksi yang berlebih kepada prilakunya. Baperan dalam ilmu psikologi  kepribadian disebut HSP atau Highly Sensitive Person alis orang yang memiliki sensitif tinggi. Ini tidak sepenuhnya negatif  karena seseorang yang memiliki empaty yang tinggi sudah dipastikan memiliki sensitifitas yang tinggi pula. Hanya kondisi ini bisa berdampak pada psikologis lainnya, jika si HSP ini tidak kontrol diri maka akibatnya dia akan  menjadi cemburuan, sedikit emosional, sering ngambek, sedih berlebihan,cepat mengambil keputusan dan menangis tersedu-sedu. Waduh kok kaya saya banget ya hehe..

Nah ini catatan 5 fakta tentang saya, gimana  nih dears dengan  karakter kamu ada yang samakah?

Terimakasih sudah berkunjung, tinggalkan komentar kalo ada waktu ya..

#day6
#bloggerperempuan
#BNP30DayChallange2018
#karakterpribadi
#psikologikepribadian







Tidak ada komentar

HUJAN TIDAK LAGI MENGANTAR CERITA SEDIH 1

Hujan setengah basah membasahi jalan pagi itu, Setangkai mawar putih nampak bergoyang tertiup angin Dibalik lukisan tua   de...