Idea-idealy

A Cup of Tea Lady- Novel by Ly

Share:

Sinopsis :
Aku tak pernah tahu apa yang dia pikirkan tentangku. Begitupun dia, tak perlu tahu apa yang kupikirkan tentangnya. Hidup kita terlalu banyak perbedaannya. Namun tak perlu merasa dibeda-bedakan. Setiap api hati memiliki rahasianya sendiri. Lalu, untuk apa kita memaksa saling tahu, bahkan memaksakan diri mengatakannya. Kita sudah cukup dewasa untuk memahaminya atau mengartikannya sendiri. Biarkan ini berjalan dengan sendirinya. Setiap rasa tak penting memiliki nama. Anggap saja ini takdir.Aku dan dia masih terlibat perbincangan yang sebenarnya kita tak perlu tahu kualitas perbincangan kita. Terpenting adalah hati kita yang bicara. Aku melihatnya dengan mata dan hatiku, dia sungguh baik. Lalu, apa yang orang-orang pandir itu lakukan? Mereka rela bolak-balik mengawasi aku dan dirinya diruang ini. Orang- orang itu seperti mencekik leherku dan memukul- mukul kepalaku membuat kepalaku pusing. (The Cup Of Tea Lady- hal 32)

Wisata Sejarah : Jejak Peristirahatan Bosscha di Malabar Bandung

IDEAIDEALY.COM - Hi Dears pasti sudah tahu dong sama Bosscha? Tokoh sejarah yang satu ini memang sangat fenomenal dan ba...