www.ideaidealy.com. Halo, apa kabar untuk semua pembaca? Semoga sehat selalu, ya... Terima kasih untuk tetap membaca dan mari kita berpetualang edukasi bersama. Kali ini, tentang museum yang gedungnya cukup estetik dan gagah sebagai gedung yang ikonik dan dirancang sebagai gedung berbentuk matahari raksasa.
1. Sejarah Puspa Iptek Sundial
Puspa Iptek Sundial itu bukan sekadar tempat wisata, tapi landmark utama dan gerbang dari Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat. Kota Baru Parahyangan sendiri dikembangkan oleh PT. Lyman Group mulai tahun 2000 di atas lahan seluas 1.250 Ha. Museum ini memiliki konsep Kota Mandiri dengan 3 (tiga) pilar utama, mencakup sejarah dan pendidikan. Dalam hal ini, untuk mewujudkan pilar pendidikan, dibangunlah Puspa Iptek Sundial yang mulai dibangun 31 Maret 2001 dan diresmikan tanggal 11 Mei 2002 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional dan diresmikan langsung oleh Menteri Ristek saat itu, Bapak Ir. M. Hatta Rajasa.
2. Arti Nama dan Filosofi Bangunan
Adapun arti PUSPA adalah Pusat Peragaan; IPTEK adalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan SUNDIAL adalah Jam Matahari dalam Bahasa Inggris. Adapun gedungnya memang dirancang sebagai jam matahari raksasa. Ada 2 (dua) jam yang terpadu, yakni jam matahari arah horizontal yang terletak di atas atap gedung, dan jam matahari vertikal yang terletak di depan gedung. Museum ini pun mendapat 2 (dua) penghargaan MURI 2002 sebagai Jam Matahari Horizontal Terbesar di Indonesia, dan Jam Matahari Vertikal-Horizontal Terpadu Pertama di Indonesia. Adapun filosofinya adalah konfigurasi tata surya merupakan bundaran tempat gedung yang melambangkan matahari, kemudian di gerbang ada replika bumi dari batu utuh berdiameter 2 meter, dengan berat 12 ton dari Padalarang yang dikelilingi oleh 12 tiang yang melambangkan 12 bulan, dihiasi kalender tradisional Indonesia dan mancanegara.
3. Isi Museum
Inilah isi lengkap di dalam museum Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan yang terbagi ke dalam 4 (empat) lantai dan area luar:
1. Icon Utama: 2 Jam Matahari Raksasa (Penghargaan MURI)
- Jam Matahari Vertikal yang berada di fasad depan gedung.
Kedua jam ini yang jadi penanda waktu alami memakai bayangan matahari.
2. Zona dalam Gedung: 180+ Alat Peraga Interaktif
Semua bisa disentuh dan dicoba anak, jadi bukan museum diam. Dibagi-bagi per tema:
A. Fisika dan Mekanika (Paling Disukai Anak TK/SD)
- Sepeda di atas kawat (Bike on Wire) - sepeda yang bisa berjalan di atas kawat setinggi 5 meter.
- Human Gyroscope - alat berputar seperti astronot.
- Kursi Paku - duduk di atas ribuan paku tanpa merasakan sakit.
- Ayunan Kelembaman, Hukum Newton dan Gaya Gravitasi.
- Cermin Cekung-Cembung, Periskop Raksasa.
B. Listrik dan Magnet
- Bola Plasma, Generator van de Graaff (rambut bisa berdiri bila menyentuhnya).
- Bel Listrik, Motor Listrik Sederhana.
C. Matematika dan Otak
- Jembatan Leonardo, Tangram, Puzzle Matematika.
- Ilusi Optik, Kaleidoskop Raksasa.
D. Biologi dan Tubuh Manusia
- Model Jantung, Paru-paru, Kerangka Manusia.
- Tes Buta Warna, Tes Pendengaran.
E. Bumi dan Antariksa
- Replika Bumi 12 Ton di Gerbang Masuk (batu asli dari Padalarang).
- 12 Tiang Kalender Dunia, Kalender Tradisional Indonesia dan Dunia.
- Teleskop Matahari.
3. Area Luar Gedung
- Taman Batu, sebagai replika bumi dan tiang kalender.
- Science Playground, seperti ayunan parabola, taman bermain sains.
- Galeri Tokoh Iptek Indonesia.
Nah, demikian info singkat mengenai trip hari ini tips khusus untuk travaller dengan membawa anak usia 5 (lima) tahun (TK B):
1. Fokus di lantai 1 dan 2 dulu karena alatnya lebih visual dan aman buat balita.
2. Wajib coba: sepeda gantung, bola plasma, kursi paku, cermin ajaib.
3. Waktu terbaik: pagi jam 09.00 karena sepi dan tidak panas, jam matahari berfungsi dengan jelas.
4. Tiket: sekitar Rp 40-60 ribu (weekday/weekend).
Terima kasih. Sampai jumpa di travel berikutnya.
Salam travel idealy.









Tidak ada komentar
Posting Komentar